Monday, January 31, 2011

Penilaian Penjurian Kontes Louhan

Berikut adalah cara penilaian penjurian dalam kontes Louhan yang mungkin bisa menjadipedoman kita dalam memilih Louhan terbaik.

OVERALL IMPRESION
1. First Impresion
-Menarik Perhatian Pada Pandangan Pertama ( Enak Dilihat dan Proporsional) Dikarenakan Memiliki Susunan Morfologis Yang Lengkap.
-Memiliki Keistimewaan Atau Kelebihan Ikan Pada Umumnya.
-Kelemahan Yang Tidak Fatal Ada Pada Bagian Ikan, Akan Mengurangi point.
2. Mental & Keaktifan Ikan
-Ikan Tidak Takut Didekati
-Ikan Tidak Terlalu Over Agresif ( Akan Sulit Untuk Dilihat Keindahan Ikan tersebut )
-Mau Diajak Bermain / Atraktif Sendiri ( Menguasai Teritorialnya )
-Mempunyai Gaya Renang Yang Menawan.
3. Kesehatan ( Mengurangi Point )
-Kutil, Bisul, Luka Kecil, Fin Tail Sobek & Geripis, Hole In The Head, White Spot, Velvet, White Shit, Fungus, Cloudy Eyes, Pop Eyes.

HEAD
1. Bentuk / Shape Jenong ( Simetris )
-Bentuk Terbaik : Menyerupai Bulatan Bola / Coin Dilihat dari Depan & Samping
-Bentuk Baik : Swan Head, Menonjol Kedepan & Melebar Kesamping
-Bentuk Kurang Baik : Tidak Simetris ( Kecil, Kurang Melebar Kesamping, Kurang Menonjol Kedepan & Tidak Menonjol Keatas )
2. Proporsional Jenong
Terbaik : Jenong Yang Sama Rata Dengan Mulut & Seimbang Dengan Badan ( Ukuran Jenong Yang Terlalu Besar Sering Mengakibatkan Gaya Renang Terganggu, Sehingga Ikan Berenang dengan Beban Didepan & Bagian Belakang Badan Terangkat Keatas)

FACE
1. Muka
-Tidak Berkerut / Tidak Banyak Lipatan, Tidak berair Mata ( Marking Di bawah Mata )
-Tidak Kotor & Marking Yang Masuk Ke Muka Ikan Dianggap Kotor
-Daging Pipi Tidak Terlalu Tembem, Kecuali Kemalau
-Daging Pipi Harus Seimbang
2. Tutup Insang
-Tertutup Rapat
-Tidak Ada Cacat
-Tutup Insang Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.
3. Mata
-Bersih, Tidak Ada Flek / Bercak Warna Diluar Warna Mata Ikan Itu Sendiri
-Bentuk Mata Bulat Kiri Dan Kanan Harus Seimbang Serta Pupil Harus Hitam & Bulat
-Mata Sejajar Dengan Permukaan Muka, Tidak Terlalu Menonjol & Tidak Terlalu Tertutup Oleh Daging pipi
4. Mulut / Bibir
-Tipis, Rata Atas dengan Bawah ( Untuk Cencu Tidak Terlalu Dipermasalahkan Apabila Bibir Tebal & Tidak Rata )
-Mulut Tidak Panjang / Monyong
-Mulut Tidak Miring
-Mulut Tidak Jatuh
-Mulut Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.


BODY SHAPE
1. Proporsional Panjang & Lebar ( Skala )
-Terbaik Dengan Perbandingan 1 : 1,6 dari Ujung Mulut Sampai Ujung Pangkal Ekor
-Perbandingan Lebih Dari 1 : 1,6 Itu Lebih Baik Jika Dibandingkan Dengan Yang Kurang Dari 1 : 1,6 Secara Proporsional
2. Postur & Bentuk
1.Terbaik Adalah Bentuk Kotak & Simetris
2.Bentuk Daun Simetris
3.Bentuk Body Yang Kotak Dan Daun Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
4.Bentuk Segitiga Simetris
5.Bentuk Segitiga Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
6.Bentuk Body Yang Pada Bagian Ujungnya Tidak Simetris Antara Atas Dan Bawah
3. Pangkal Ekor
-Terbaik Adalah :
a.Lurus Sejajar Dengan Badan
b.Sisi Kiri & Kanan Memiliki Ketebalan Yang Sama
c.Tidak Naik / Turun
d.Lebar
e.Proporsional Dengan Body

MARKING
1. Fullness
-Dihitung Mulai Dari Pangkal Ekor Hingga Belakang Tutup Insang
2. Kontras Warna
-Warna Marking Hitam Pekat Dikelilingi Garis Metalik
3. Kerapihan & Keseimbangan
-Terbaik : Memiliki Jumlah, Bentuk Dan Jarak Yang Sama Dan Seimbang Baik dari Sisi Kiri Maupun Kanan
4. Bentuk
-Terbaik :
1.Marking Flower Penuh & Double ( Double Marking Terpisah Dari Marking Dasar, Rapih & Seimbang )
2.Marking Flower Penuh Dengan Bentuk Sama, Rapih & Seimbang
3.Marking Flower Melengkung ( Harus Simetris ) Rapih & Seimbang
4.Marking Flower ¾ Rapih & Seimbang
5.Marking Flower ¾ + Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
6.Marking Flower ½ + ½ Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
7.Marking Flower Yang Menyambung Rapih & Seimbang
8.Marking Grafik Atau Marking Spidol Penuh Rapih & Seimbang
9.Marking Flower ½ Rapih & Seimbang
10.Marking Grafik Atau Marking Spidol ¾ Rapih & Seimbang
11.Marking Grafik Atau Marking Spidol ½ Rapih & Seimbang
12.Marking Double Menyambung

PEARL
1. Shinning :
1.Shinning Berwarna Emas
2.Shinning Berwarna Perak / Silver
3.Shinning Berwarna Biru / Hijau
4.Shinning Berwarna Putih

2. Fullness
-Penilaian dari Ujung Mulut Sampai Pangkal Ekor

3. Bentuk :
1.Bentuk Titik Pasir Penuh
2.Bentuk Cacing Penuh
3.Bentuk Kombinasi
4.Bentuk Segitiga
5.Bentuk Jagung
6.Bentuk Metalik / Blocking
7.Bentuk Hologram

4. Kerapihan Dan Keindahan
-Jarak Dan Ukuran ± Sama

COLOUR
1. Kecerahan Warna
-Warna Merah,Orange, Kuning, Memiliki Nilai Yang Sama Apabila Mempunyai Kecerahan Yang Sama

2. Komposisi Warna
1.Terbaik Adalah Memiliki Lebih Dari 2 Kombinasi Warna Gradasi
2.Gradasi 2 Warna :
i.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 25 : 75
iii.Mempunyai i Perbandingan Gradasi Warna ± 75 : 25
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
3.Satu Warna Solid
4.Kombinasi 2 Warna Terputus :
i.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 75 : 25
iii.Mempunyai i Perbandingan Kombinasi Warna ± 25 : 75
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
5.Satu Warna Terputus


3. Fullness
-Total Warna Dari Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor

FINNAGE
1. Ekor ( Bentuk, Kerapihan & Bukaan )
-Terbaik Adalah Bukaan & Kekakuan Ekor Seperti Kipas Cina
-Bentuk Ekor Tidak Lonjong Seperti Komet
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point

2. Sirip Punggung ( Dorsal Fin ) & Sirip Bawah ( Anal Fin )
-Terbaik Adalah Mengunci / Menutup Rapat Dengan Ekor
-Ujung Sirip Tidak Panjang Melebihi Ekor
-Ujung Sirip Tidak Melintir
-Sirip Dorsal & Anal Harus Seimbang
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point

3. Sirip Dayung & Sirip Dada ( Pelvic Fin )
-Tulang Rawan Sirip Dayung & Pelvic Harus Lurus
-Sirip Dayung Harus Lurus Ditengah Badan dan Tidak Mengarah Keatas Maupun Kebawah
-Sirip Dada Sama Panjang & Lebar
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point

4. Motif
-Apabila Ada Motif Pada Fin & Tail Akan Ada Nilai Lebih / Nilai Tambah


ATURAN TAMBAHAN :
Klasik:
1.Mutiara Shinning Tidak Melebihi 25%
2.Pembungkus Marking Dan Metalik Dalam Marking Tidak Dihitung Muriara
3.Pembungkus Marking Dianggap Mutiara Apabila Warna Hitam Atau Abu-Abu Marking Telah Hilang
4.Bentuk Hologram Tidak Dipermasalahkan
5.Ikan Yang Memiliki Persyaratan Diatas Baik Cencu Maupun Ching Hwa Bisa Masuk Kelas Klasik
Free Marking :
-Yang Menjadi Tolak Ukur Adalah Garis Marking Tengah :
1.Maksimal 3 Bentuk Marking Flower ( Walau Hanya Satu Sisi Badan )
2.Bentuk Spidol Atau Grafik Jelas Harus Dibawah Setengah Badan (Walau Hanya Satu Sisi Badan)
3.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Walaupun Penuh Bisa Masuk Kategori Free Marking
4.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Ditambah Lebih Dari Satu / Minimal Dua Bentuk Marking Sehingga Mencapai Setengah Badan Atau Lebih Tidak Bisa Masuk Kategori Free Marking
5.Marking Samar Yang Tidak Memiliki Persyaratan Diatas Tidak Bisa Masuk Kelas Free Marking
6.Marking Di Kepala Dan Pangkal Ekor Tidak Dihitung Sebagai Marking


PERATURAN – PERATURAN
FATAL = IKAN TIDAK BISA MASUK NOMINASI

Apabila :
-Mulut Yang Terbuka Lebar Dan Bibirnya Tidak Dapat Bergerak Sama Sekali
-Tutup Insang Yang Terbuka Besar ( Sampai Terlihat Warna Merah Pada Bagian Dalam Insang Apabila Dilihat Dari Samping)
-Hilangnya Bagian Bibir Yang Terlihat Jelas
-Sirip Ekor Hilang 50%
-Sirip Punggung / Sirip Bawah Hilang 25%
-Sirip Dada / Sirip Dayung Yang Salah Satu Sisinya Hilang 50%
-Mata Yang Salah Satu Sisinya Lebih Kecil 50% Bila Dibandingkan Sisi Lainnya
-Organ Yang Menyimpang 50% Dari Fungsinya
-Ikan Yang Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Sehingga Sangat Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail.
-Ikan Yang Sakit Atau Stress Sehingga Sangat Mempengaruhi Kondisi Dan Penampilan Ikan Tersebut.


Hal-Hal Yang Dapat Mengurangi Point :
-Sirip Dan Ekor Yang Disalon Akan Mengurangi Point
-Tulang Rawan Sirip Ikan Yang Ada Bekas Pertumbuhan Tidak Normal
-Abses
-Sirip Dan Ekor Yang Transparan (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Terlihat Tanda-Tanda Tahap Awal Proses Mutasi
-Ikan Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Walaupun Hanya Sedikit Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail
-Ikan Yang Mempunyai Ketidaksempurnaan Secara Fisik Dan Mempunyai Penyimpangan Organ, Tetapi Tidak FATAL
-Ikan Sakit Tetapi Tidak Terlalu Mempengaruhi Kondisi Dan Aktifitas


Ikan Yang Tidak Bisa JUARA I Apabila:
-Sirip Yang Disalon, Dan Masih Terlihat Bekas Potongannya
-Ikan Diam / Tidak Bergerak
-Ikan Tidak Ngeform / Tidak Kondisi
-Ikan Sakit (Perut Bengkak/Kembung, Hole In Head Yang Cukup Besar, Jamur Dan White Spot Yang Cukup Banyak, Dan Kutil/Bisul Yang Besar Lebih dari 1)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam, Maupun Transparan Pada Bagian Sirip Walaupun Hanya Sedikit (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Memiliki Bercak Hitam Pada Bagian Tubuh Walaupun Hanya Sedikit
-Ikan Yang Tidak Memiliki Kelengkapan dari Salah Satu Kriteria Pada Kelasnya (Kecuali Kemalau)
-Kepala Atau Badan Yang Mempunyai Luka Cukup Besar
-Sirip Yang Sobeknya Besar Dan Lebar
-Ikan Yang Mulutnya Selalu Terbuka Lebar
-Apabila Semua Ikan Nominasi Kondisinya Seperti Yang Tercantum Diatas, Maka Akan Dipilih Juara Dilihat dari Yang Terbaik

Grand Champion Diutamakan Untuk Ikan Size A atau Ikan Yang Berukuran Besar
Young Champion Untuk Ikan Dibawah Size A



Articel from : AlexTham member Chingmix.com
____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Cara Mengukur banyaknya air dalam aquarium

Untuk mengetahui jumlah air dalam akuarium ( Liter ) : ( PXLXT dalam cm ) /1000
Sebagai contoh :

1. Akuarium Ukuran Panjang 100 cm, Lebar 50 cm, Tinggi 40 cm.
Maka kapasitas airnya : ( 100 x 50 x 40 ) / 1000 = 200 Liter

2. Akuarium Ukuran Panjang 120 cm, Lebar 45 cm, Tinggi 50 cm
Maka Kapasitas airnya : ( 120 x 45 x 50 ) / 1000 = 270 Liter

Articel from : Marshall member Chingmix.com

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Velvet Disease

Mengobati penyakit Velvet
Penyakit Velvet pada ikan discus disebabkan oleh sejenis eksternal Protozoa dari jenis Dinoflagellata yaitu Oodinium, protozoa ini sangat kecil (20 microns), Penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan ikan yang terserang penyakit tersebut atau air yang telah terkontaminasi dengan protozoa tersebut.
Gejala dari penyakit ini biasanya adalah : Discus mengeluarkan lendir di sekitar tubuhnya dan dapat terlihat pada fin-nya, ikan kadang menggesekan tubuhnya pada dasar atau subtrat lainnya seperti dinding tank, cone atau pipa buangan air. Discus yang terkena penyakit ini umumnya langsung menguncup fin-nya, tidak aktif berenang dan bersembunyi disudut tank.

Berikut ini beberapa cara pengobatan yang umum dilakukan
Cara 1:
  • Kumpulkan ikan yang sakit dalam sebuah tank berukuran 100 lt air masukan Chlorampenicol 1.5 gram (6 kapsul 250 mg), Acriflavine 2 PPM atau 20 ml dan Garam ikan 2 sendok makan ke dalam tank
  • Sponge filter dapat tetap dibiarkan dalam tank dan tambahkan aerasi, gunakan heater dengan suhu 28 derajat Celcius.
  • Biarkan tank tersebut selama 2 atau 3 hari, bila airnya menjadi keruh karena lendir dapat dikuras semua dan ulangi dosis tersebut hingga ikan kembali sehat dan tidak ada lendir atau selaput seperti kapas pada tubuhnya.
Cara 2:
  • Siapkan tank berukuran 100 liter air dengan sponge filter dan aerasi yang cukup.
  • Mandikan Discus yang terjangkit Velvet dengan larutan PK yang cukup gelap selama 1 menit (Beberapa breeder yang berpengalaman umumnya memegang Discus dengan tangan dan usapkan secara perlahan dan tidak ditekan, larutan PK tersebut dengan menggunakan kapas halus, ke sekujur tubuh ikan dari arah kepala ke ekornya, berulang kali dan jangan bolak-balik! sebab akan meyebabkan sisik dan tubuh ikan terkelupas)
  • Masukan ikan yang telah dimandikan larutan PK tersebut kedalam tank berisi air bersih, lalu campurkan 2 cc Formalin 37% kedalamnya, biarkan hingga 2 hari. Bila airnya menjadi keruh dan banyak lendir dapat siphon hingga separuhnya, masukan air bersih lagi dan tambahkan 1 cc formalin lagi.
  • Bila ikan sudah benar-benar bersih dari selaput putih seperti kapas pengobatan dapat dihentikan.
Catatan :
Metode ini cukup efektif, tapi harus diperhatikan bahwa PK yang terlalu pekat akan membunuh ikan atau merusak fin, ekor dan bagian tubuh ikan lainnya. Penggunaan formalin yang terlalu pekat akan menyebabkan mata ikan menjadi putih atau buta.

Cara 3:

Menggunakan Cooper formalin, metode ini biasa dilakukan oleh Nels dari Bandung, (Nels juga menjual beraneka Discus import (Wild Discus), seperti Heckels, Red Rio Ica dsb.
  • Satukan semua ikan yang terkena velvet ke 1 aquarium. Suhu air dinaikan sampai 32 celcius
  • Hari 1 Ganti 40% - 50% air aquarium yang akan diobati lalu tambahkan cooper formalin sesuai dosis yg dianjurkan
  • Hari 2 Dibiarkan dulu, Hari 3 Ganti 30% air lalu tambahkan cooper formalin dosisnya
    dihitung untuk 30% air tsb
  • Hari 4 Dibiarkan, Hari 5 Ganti 30% air lalu tambahkan cooper formalin dosisnya untuk 30% air yang di ganti
  • Hari 6 Dibiarkan, Hari 7 Ganti 50% air lalu difilter dengan karbon aktif selama 2 hari Jika ikan masih belum sembuh treatment di atas diulangi kembali.
Cara 4:
  • Satukan semua Discus yang sakit kedalam sebuah tank dengan air sebanyak 100 liter, beri aerasi dan sponge filter agar air tidak cepat keruh. Lalu masukan Copper formalin sesuai dosis. Tambahkan 2 sendok garam ikan kedalam air tank.
  • Masukan 1 tablet antibiotik Ciprofloxacin 500 mg kedalam tank, atur heater pada suhu 30 derajat Celcius.
  • Biarkan hingga 3 hari, lalu ganti semua airnya dan berikan treatment dengan dosis yang sama hingga ikan sembuh
Articel from : Discus World Indonesia
____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Tips memilih Louhan Part.2

TIPS MEMILIH LOUHAN

Memilih Luohan yang paling baik adalah dilakukan setelah ikan tesebut berukuran besar, karena pada ukuran demikian pertumbuhan fisiologisnya boleh dikatakan sudah optimum sehingga potensi pola dan sebaran warnanya sudah sempurna.
Bagi ikan yang berkukuran masih kecil pemilihan relatif sulit, meskipun demikian beberapa hal dibawah ini bisa dijadikan patokan umum untuk mendapatkan ikan dengan kualitas baik. Hal ini bisa dilakukan pada ikan yang telah mencapai ukuran 2-3 inchi.


  •  Pilih ikan dengan bentuk badan bagus, tiMdak menunjukkan kelainan fisik seperti bengkok atau bentuk cacat lainnya, tertutama kelainan tulang punggung
  • Untuk Luohan jenis marking. Pilih ikan dengan marking tegas 
  • Bentuk badan secara kesuluruhan akan tergantung pada jenis Luohan. Untuk itu cari informasi sebelumnya mengenai jenis-jenis tersebut.
  • Gunakan lampu senter untuk melihat potensi bintik mutiara. Dengan bantuan lampu senter bintik mutiara akan sudah tampak meskipun samar-samar.
  • Pilih ikan yang memiliki kencederungan warna kemerahan hingga merah 
  • Tidak dijumpai ejala infeksicacat pada sirip dan ekor, dan juga tidak ditemui adanya tanda/g penyakit.
  • Pilih ikan yang sudah menampakan gejala benjolan pada kepalanya, hal ini dapat terlihat dari kecenderungan terbentuknya lengkungan cembung di kepalanya
Article from : O-Fish.com
____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

All About Jenong or Nong-Nong

MISTERI JENONG LOUHAN
Tampaknya sulit dipisahkan antara kehadiran “jenong”, atau “nongnong” atau tonjolan di kepala dengan kehadiran sosok seekor ikan Louhan. Bahkan seolah-olah sudah menjadi “trademark” bahwa ikan Louhan harus identik dengan kepala “jenong”. Tidak sedikit para hobiis Louhan akan kecewa kalau mendapati ikan Louhan peliharaannya ternyata tidak berkepala jenong.  Apalagi bila ikan tersebut telah dipeliharanya sedari kecil dan dengan penuh harap bahwa kepalanya kelak akan jenong setelah dewasa. Berbagai upaya “mati-matian”pun tampak kerap dilakukan oleh para hobiis agar kepala ikannya bisa menjadi “jenong”, dari mulai memberi pakan jenis tertentu hingga melakukan berbagai macam perlakuan atau “latihan” .
Keinginan agar memiliki kepala ikan jenong inipun tidak disia-siakan oleh para produsen pakan ikan. Berbagai produk pakanpun diluncurkan dan diklaim dapat menjenongkan kepala ikan Louhan, bahkan diantaranya menyebutkan produknya dapat membuat jenong dalam waktu singkat. Beberapa produk bahkan disertai dengan kesaksian para penggunanya yang telah membuktikan keampuhan pakan tersebut, sebagai daya tarik. Tidak urung produk pakan penjenong kepala ini pun sempat membuat miris beberapa pemelihara ikan hias jenis lain, karena dikhawatirkan pakan ini akan mampu menjenongkan kepala ikan peliharaan mereka yang justru tidak diharapkan menjadi jenong, seperti ikan Arwana, misalnya. Tampilan seekor arwana tentunya akan nampak “rusak” apabila kepalannya tiba-tiba tumbuh jenong akibat salah memberikan jenis pakan. 
Ikan dan “Jenong”
Jenong, atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai nuchal hump, atau cranial bump pada kenyataanya bukan hanya didominasi ikan Louhan. Berbagai jenis ikan, terutama dari keluarga cichlid, yaitu keluarga asal muasal Louhan, telah sejak lama “berevolusi” membentuk jenong di kepala. Berapa jenis ikan dari keluarga lainpun diketahui pula memiliki jenong dikepala.

Cyphotilapia frontosa merupakan salah satu contoh keluarga cichlid yang berkepala jenong. Ikan dengan tampilan bak kuda zebra dengan warna dasar kebiruan ini sudah sangat dikenal dengan jenong di kepalanya. Geophagus hondae, yang berasal dari Columbia, juga dikenal dengan jenongnya. Tidak diragukan lagi adalah Cichlasoma citrinelum (Amphilopus citrinellus) , dan C.Synspillum. Dua jenis ikan yang diduga merupakan cikal bakal dari Louhan ini memang merupakan jenis ikan yang memiliki kepala jenong yang tergolong “luar biasa”.
C. Synspylum
C. citrinellus
C. frontosa
A. rivulatus
Selain itu, deretan ikan lain, masih dari keluarga cichlidae, yang diketahui memiliki kepala jenong adalah Haplochromis moorii, Hypselecara temporalis, Acara facestus, Cichlasoma nigrofasciatum, Cichlasoma spirulum, Geophagus balzani, dan masih banyak lainnya. Disamping itu, kepala jenong pun diketahui pula dimiliki oleh jenis ikan lain diluar kaluarga cichlidae, termasuk mereka yang hidup di air laut.

Misteri Jenong
Penciri Seksual
Kehadiran jenong pada ikan, khususnya keluarga cichlid sampai saat ini masih diperdebatkan. Kontroversi mengenai jenong ini masih terus bermunculan sejak berpuluh tahun lalu, bahkan hingga saat ini. Berbagai pendapat mengenai hal tersbut banyak dimunculkan oleh berbagai peneliti, berdasarakan hasil penelitian dan pengamatan yang mereka lakukan.

Yang menarik, tidak sedikit diantara mereka yang mengatakan bahwa sebenarnya kehadiran jenong ini adalah sebagai penciri seksual. Yaitu penciri untuk membedakan antara ikan jantan dengan ikan betina. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pada umumnya, ikan jantanlah yang sering memiliki jenong dikepala. Jenong ini bisa tumbuh sampai ukuran yang luar biasa. Munculnya jenong memang tampak membuat ikan yang bersangkutan menjadi gagah, dan indah. Tidak hanya manusia, atau terutama pemeliharannya yang merasa kagum, bahkan si ikan betinapun akan “klepek-klepek”, terpesona pada penampilan jantan yang demikian. Dikatakan bahwa penampilan jenong pada ikan jantan, selain sebagai daya tarik, juga akan mempermudah si betina dalam menentukan pilihan dalam menjadinya sebagai “bapaknya anak-anak”. Dari jenong inilah si betina akan dapat menilai bagaimana kualitas dari si jantan tersebut. Sehingga si betina akan dapat menentukan apakah jantan tersebut cocok atau tidak menjadi pedamping hidupnya dan meneruskan keturunannya. Ibaratnya jenong itu seakan memberikan gambaran berapa banyak “kekayaannya”, berapa jumlah mobilnya, masa depannya, kepribadiannya, rumahnya perusahaannya dan lain-lain.

Akan tetapi ada suatu kecenderungan yang membuat para pengamat sempat tercengang, yaitu, ternyata apabila jenong ikan jantan tumbuh mencapai ukuran tertentu, justru akan ditinggalkan si betina. Tampaknya, hal ini, kurang lebih sama dengan sosok penampilan pada diri manusia (baca pria). Apabila tubuhnya atletis atau padat berisi mungkin akan terlihat macho dimata lawan jenisnya. Tapi apabila “ukuran tubuh”nya apalagi bagian perutnya, sudah mencapai ukuran tertentu, mungkin tidak akan banyak lawan jenis yang meliriknya. Kira-kira seperti itulah padanan jenong pada ikan yang diamati oleh para peneliti tersebut.

Pendapat yang mangatakan bahwa jenong adalah penciri seksual, tampaknya tidak cukup kuat. Mengapa?. Karena ternyata,setelah banyak dilakukan pengamatan, banyak jenis ikan yang betinanya juga ternyata memiliki kepala jenong. Suatu hal yang cukup kontroversial. Meskipun demikian, pendapat ini masih kerap digunakan, dengan catatan bahwa ikan jantan, pada umumnya, akan memiliki jenong yang lebih besar daripada jenong yang dimiliki oleh ikan betina.

Alat Berkelahi
Pendapat lain mengenai jenong pada ikan adalah sebagai alat berkelahi, atau sebut saja sebagai semacam “sarung tinju”. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa jenong sering dijumpai pada jenis-jenis ikan atau kelompok ikan yang suka berkelahi. Jantan oleh karenanya sangat relevan terkait dengan hadirnya jenong di kepalanya, karena jantanlah yang biasanya sering berkelahi karena berbagai alasan.

Akan tetapi pendapat inipun tidak terlalu memuaskan. Mengapa??. Berdasarkan pengamatan lebih lanjut pada jenis-jenis ikan yang “gemar berkelahi”, dan tentu saja berjenong, ternyata banyak dijumpai bahwa ikan betinanya pun sering berkelahi. Jadi dalam kelompok tertentu ini, baik si jantan maupun betina sama-sama suka berkelahi. Tetapi yang memiliki jenong hanyalah ikan jantan saja. Oleh karena itu, pendapat bahwa jenong adalah alat berkelahi dianggap belum sempurna. Karena, menurut para pengamat ini, apabila jenong adalah alat berkelahi, maka betina pada kelompok ikan inipun mestinya tumbuh jenong dikepalanya

Cadangan Makanan
Disamping dua pendapat diatas, tidak sedikit pengamat yang menyatakan bahwa jenong adalah tempat untuk meyimpan makanan. Hasil penelitian menyatakan bahwa jenong terdiri dari lemak. Kenyataan pun tampak mendukung pendapat ini, yaitu ikan yang dipelihara dalam akuarium cenderung memiliki jenong yang jauh lebih besar dibandingkan ikan yang hidup di habitat aslinya di alam.

Kehidupan dalam akuarium akan menjamin suplai pakan yang kontinyu. Selain itu ruang gerak yang relatif sedikit memungkinkan suplai pakan yang dikonsumsi tidak terbakar habis menjadi energi, sehingga cadangan makan menumpuk sebagai jenong. Sedangkan di alam, mereka harus berebut makanan, yang mungkin saja tidak tersedia dalam jumlah berlimpang sepanjang tahun. Selain itu di alam, mereka dituntut untuk selalu bergerak aktif, sehingga tidak banyak kelebihan makanan yang bisa disimpan dalam bentuk jenong besar. Akan tetapi pendapat inipun medapat tentangan, karena ternyata selain lemak, jenong dikepala ini juga berisi air dalam jumlah relatif banyak.

Alat Bantu Gerak dan Pelindung
Jenong ikan diduga juga merupakan alat bantu gerak ikan dalam air, yaitu sebagai salah satu mekanisme hidrodinamik ikan untuk bergerak dalam air, seperti yang dijumpai pada ikan Salmon. Akan tetapi pada cichlid, bentuknya yang membulat dengan ukuran yang besar, justru dianggap hanya akan menjadi penghambat gerakannya, sehingga pendapat inipun diangap kurang memuaskan.

Selain sebagai alat bantu gerak, ada juga yang berpendapat bahwa jenong merupakan alat pertahanan atau alat pelindung dari ikan tersebut dari para pemangsanya. Akan tetapi lagi-lagi pendapat ini mendapat tentangan. Apabila jenong adalah sebagai alat pelindung dari para pemangsanya mestinya ikan betina juga berhak memiliki jenong.

Epilog
Satu hal yang perlu diketahui, kehadiran jenong pada cichlid bervariasi sepanjang waktu. Pada waktu-waktu tertentu jenong akan tampak membesar, terutama pada saat menjelang masa kawin. Sedangkan pada selang waktu yang lain , khususnya pada masa-masa dimana diperlukan banyak energi, sebut saja pada saat kawin, mereka akan mengecil, atau bahkan hilang sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran jenong tergantung pada bioritme ikan yang bersangkutan.

Yang pasti, sifat jenong merupakan sifat yang diturunkan. Sebagai contoh kalau kita memelihara anakan C. citrinelum, tanpa diberikan perlakuan khusus apapun, maka ikan ini setelah sampai pada masanya akan tumbuh jenong di kepalanya, bahkan mencapai ukuran yang aduhai. Oleh karena itu, dalam hubungannya dengan Louhan, hal ini perlu diberi catatan. Seperti dikemukakan sebelumnya Louhan adalah hibrid dari berbagai jenis cichlid. Dengan demikian, apabila tetua dari Louhan ini merupakan jenis cichlid dari jenis jenong, maka keturunannya akan jenong, sekaliapun tanpa perlakuan khusus. Sayangnya untuk mengetahui tetua Louhan yang sebenarnya tidak terlalu mudah, karena tetuanya masih sering dirahasiakan. Hanya kejujuran dari para breeder lah yang tampaknya masih dapat dijadikan pegangan.

Beberapa upaya “penjenongan” kepala Louhan yang sering dianjurkan selama ini, kurang lebih mengacu pada dugaan-dugaan fungsi dari jenong pada kaluarga cichlid. Misalnya pemberian cermin. Pemberian cermin diyakini dapat membuat Louhan menjadi jenong, hal ini nampaknya berkaitan dengan dugaan bahwa jenong adalah alat berkelahi. Dengan demikian, dengan adanya bayangan dirinya pada cermin tersebut, Louhan akan merasa dirinya memiliki musuh, sehingga memicu hormon tertentu dalam tubuhnya untuk membesarkan jenongnya.

Bagi mereka yang menganut dugaan bahwa jenong adalah media penyimpan makanan, maka perlakuan dengan memberikan pakan jenis tertentu, khsusunya dengan kadar lemak tinggi, diharapkan akan dapat membangkitkan jenong. Beberapa ada yang memberikan perlakuan dengan menempatkan Lohan pada tempat yang sempit, sehingga Louhan tidak bisa banyak bergerak agar tidak banyak energi yang terbuang. Hal ini diharapkan akan menyebabkan terjadinya penimbunan lemak pada jenong, sehingga jenong akan membesar.

Tidak ada salahnya apabila kita mencoba berbagai upaya tesebut, selama hal tersebut dilakukan dalam batas-batas yang normal, dan dengan memperhatikan kepentingan ikan itu sendiri. Artinya jangan sampai apa yang kita lakukan justru berubah menjadi bentuk penyiksaan pada ikan yang bersangkutan. Lakukanlah hal tersebut dalam batas-batas kewajaran. Dan tetap diingat bahwa faktor genetik memegang peranan penting. Selama kita tahu persis tetua Louhan yang dipelihara adalah dari jenis cichlid dengan kepala jenong, maka louhan yang dipelihara, setelah sampai pada masanya, akan berkepala jenong.


Article from : O-fish.com

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Cara membedakan si jantan dan betina pada Louhan

PENENTUAN JENIS KELAMIN

Beberapa jenis ikan menunjukan dimorfisme seksual (perbedaan jenis kelamin yang dicirkan pada penampilan fisik ikan) dengan jelas, akan tetapi beberapa ikan jenis yang lain tidak menunjukkan gejala dimorfisme seksual atau monomorfisme.  Pada ikan monomorfisme pembedaan jenis kelamin dari tampilan fisik ikan tidak bisa dilakukan, akan tetapi pada jenis sebaliknya,  hal tersebut dengan mudah dapat dilakukan. 
Luohan sebagai hibrid dari bebarapa cichlid mempunyai karakter berbeda seperti indukannya.  Bagi luohan yang memiliki kedekatan genetik dengan C trimaculatum, maka munculnya bintik hitam pada sirip punggung merupakan salah satu penciri bahwa ikan tersebut berkelamin betina.  Pada C. trimaculatum sendiri bintik ini baru akan muncul setelah ikan berukuran 6 cm.
Apabila ciri fisik tidak bisa dilakukan, pembedaan jenis kelamin bisa dilakukan dengan venting, yaitu dengan mengamati organ kelamin ikan yang bersangkutan.  Gambar dibawah ini menunujukkan contoh perbedaan organ kelamin jantan (kiri) dan betina (kanan).  Agar pengamatan mudah dilakukan, sebaiknya ikan sebelumnya diberi pakan banyak.  Pada kondisi kenyang seperti ini organ kelamin tersebut akan terdesak olah pakan yang ada didalam perut sehingga akan lebih mudah diamati.
Gambar 1.
Organ Kelamin Jantan (kiri) dan Betina (kanan)
Gambar 2 menunjukkan tampilan lain dari penampakan jenis kelamin Luo Han.
Photo: contributed by Yauw Boen
Gambar 2. Venting Louhan


Article from : O-Fish.com

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Sejarah Louhan

INTRODUKSI
Dicintai, disayang,  diabaikan dan tidak luput pula  dibenci.  Itulah resiko yang sering disandang oleh ikan-ikan jenis hibrid.  Luo Han (Louhan, Lohan?) atau  Hua Luo Han,  atau flower horn atau entah apalagi julukannya nanti, kehadirannya mengundang kontroversi dikalangan penggemar ikan hias.  Ikan yang tidak eksis secara alamiah di alam ini, diketahui merupakan hibrid yang dibuat manusia.Oleh karena itu,  tidak heran kehadirannya  sempat membuat berang mereka, terutama yang menamakan dirinya pencinta cichlid sejati. Mereka menganggap ikan ini adalah hasil ulah manusia yang bermain-main sebagai tuhan, dan mahluk ini pun tidak urung mendapat julukan sebagai Franken-fish (Pelesetan dari mahluk "robot"  ciptaan Dr. Frankenstein).
Walau bagaimanapun, ikan ini telah mengambil hati banyak penggemar  ikan hias,  terutama di wilayah asia yang kental dengan hal-hal yang berbau "keajaiban".  Warna yang ditampilkannya memang  menjanjikan. Pola rajah pada tubuhnya sering dikaitkan  dengan kepercayaan bahwa ikan ini bisa membawa keberuntungan sehingga  membuat ikan tersebut mendapat tempat di hati para kelompok penggemar ikan hias tertentu dan tentu saja berakibat mengatrol nilai jualnya.  Apapun pendapat orang mengenai ini adalah sah-sah saja, meksipun demikian,  dalam uraian disini , Luo han akan dibahas  dari sisi mahluk hidup sebagai ikan.
Diakui sebagai ikan yang "dibuat" dengan menggunakan pendekatan teknologi mutakhir, ikan  ini merupakan hibrid dari berbagai spesies  famili Cichlid.  Meskipun "asal-muasalnya" sepertinya "dirahasiakan" ia diduga merupakan hibrid dari:
  • Amphilophus trimaculatus
  • Amphilophus citrinellus
  • Amphilophus labiatus
  • Amphilophus festae
  • Cichlasoma citrinellum X Cichlasoma synspilum
  • dan beberapa spesies lainnya
Gambar 1.Amphilophus citrinellus
photo: D. Davianto
Gambar 2. A. trimaculatus
Gambar 3. A. fesae
Gambar 4. A. trimaculatus
Gambar 5. A. labiatus
Gambar 6.
C. citrinellum X C. synspilum
Luo han pertama kali muncul sekitar tahun 1996-1997 di Malaysia. Pada saat itu diduga ikan ini merupakan keturunan dari Amphilophus trimaculatus.  Setelah beberapa generasi penampilan ikan ini berubah dari induk aslinya.  Selanjutnya beberapa peternak mulai menyilangkan ikan tersebut dengan Blood Parrot yang merupakan hibrid dari C. citrinellum X C. synspilum.  Dari hasil persilangan inilah lahir cikal bakal Luo han, atau Flowerhorn yang dikenal saat ini.  Pada awalnya hasil silangan tersebut belum bisa diterima pasar, tapi setelah dilakukan "penyempurnaan" maka dihasilkan bentuk dan corak warna yang disukai.  Kemudian ikan tersebut diberi nama  Flowerhorn atau Luohan. Proses seleksi dan penyilangan terus berlangsung sehingga dihasilkan berbagai jenis Luo Han dengan beraneka warna dan corak.   
Hanya 3% dari hasil proses hibrid ini kemudian menghasilkan spesies terpilih, sisanya terpaksa "dibuang".  Sedikitnya presentasi "keberhasilan" serta lamanya waktu tunggu untuk sampai pada masa reproduksi dan  dapat melihat hasil yang representatif (minimal ukuran 5 cm), merupakan salah satu alasan harga ikan ini menjadi relatif tinggi. 

Nama Latin
Sebagai hibrid dari berbagai spesies, Lou Han tidak mempunyai nama Latin, Penulisan nama Latin bagi hibrid dari berbagai spesies berbeda adalah dengan menuliskan semua nama Latin induknya.  Sebagai contoh untuk hibrid hasil kawin silang antara Betta imbellis dengan Betta splendens ditulis sebagai Betta imbellis X Betta splendens.

Karakter
Famili Cichlids diketahui merupakan golongan ikan yang paling cerdas,  selain itu juga paling menarik.  Kepribadiannya yang unik dan kemampuannya untuk mengenal pemiliknya merupakan hal yang membuat famili ikan ini disukai dan menimbulkan kesenangan tersendiri bagi pemilikinya.  Karakter demikian  diketahui melekat  juga pada Luo Han.  Bahkan, tidak jarang, disarankan untuk dilatih agar meningkatkan kemampuan tersebut.  Selain itu dua karakter Cichlid  yang lain juga erat melekat pada Luo Han, yaitu sifat agresif dan teritorial. Bahkan dilaporkan ikan ini bersifat sangat teritorial  Oleh karena itu, hal ini merupakan "warning" yang perlu diperhatikan bagi para pemelihara Luo Han, agar ia tidak sampai mencederai ikan lain yang lebih kecil.  Luo Han disarankan untuk dipelihara secara soliter.  Ia dapat mencederai tidak saja ikan lain, tetapi juga jenisnya sendiri.

Perawatan
Meskipun tidak ada referensi di alam dan juga belum teruji, untuk syarat hidup Luo Han  dapat digunakan patokan umum dari induk aselinya.  Luo Han direkomendasikan untuk dipelihara pada kisaran pH 7- 7.8, dan  pada kisaran suhu 25 - 30° C.  Pemberian pakan dianjurkan 4 - 5 kali dalam satu hari, dengan jumlah yang cukup, berupa pakan hidup seperti udang atau ikan.  Diduga ikan ini mempunyai usia harapan 8-9 tahun.

Breeding
Luo Han diketahui relatif mudah diternakan.  Meskipun tidak jarang pula dilaporkan pada masa kawin tersebut mereka bisa saling mencedarai.   Untuk dapat melakukan pemijahan setidaknya diperlukan betina yang telah berukuran minimal 10 cm.  Sedangkan jantanya harus dipilih yang memiliki ukuran lebih besar.  Tempatkan pasangan ini pada sebuah akuarium, tetapi dengan diberi sekat pemisah.  Biarkan mereka menjadi terbiasa dengan pasangannnya satu sama lain pada kondisi demikian.  Pada saat si betina telah menunjukkan tanda-tanda akan bertelur lepaskan sekat tersebut.
Amati perilaku mereka setelah disatukan.  Apabila ternyata berkelahi terus menerus selama beberapa saat (jam) segera pisahkan mereka.  Coba untuk menyatukan kembali pasangan ini beberapa minggu kemudian.    Disamping itu bisa juga dicoba dengan memasangkan dengan jantan atau betina yang lain.
Apabila pemijahan berhasil. Perhatikan apakah mereke tetap akur dan menjaga telurnya atau tidak.  Apabila mereka cenderung berkelahi, pisahkan si jantan.   Dan biarkan si betina menjaga telurnya.  Beberapa kasus menunjukkan bahwa si betina memakan juga telurnya, apabila ini terjadi pisahkan juga betinanya. 
Telur biasanya akan menetas setelah satu minggu.  Setelah menetas biarkan induk betina bersama burayak selama satu minggu, setelah itu pisahkan.
Perwatan burayak dilakukan dengan mengacu pada perawatan keluarga cichlid lainnya. 

Beberapa penamaan atau istilah pada louhan


Article from : O-Fish.com
____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

LOUHAN O-6 [SOLD]

  • CHENCU
  • SIZE 12CM
  • SEX MALE
  • STATUS : SOLD
26 February 2011

08 & 23 February 2011

16 & 30 January 2011
____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 21867649
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

LOUHAN O-4 [SOLD]

  • CHENCU
  • SIZE 11CM
  • SEX MALE
  • STATUS SOLD

16 & 25 January 2011
08 February 2011

 YOU TUBE VIDEO

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 21867649
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

LOUHAN O-3 [SOLD]

  • CHENCU
  • SIZE 11CM
  • SEX MALE
  • STATUS SOLD
16 January & 09 February 2011


08 February 2011

16 January & 03 February 2011


LOUHAN O-3 VIDEO 

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 21867649
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

LOUHAN O-2 [SOLD]

  • CHENCU
  • SIZE : 10CM
  • SEX MALE
  • STATUS : SOLD
16 January & 03 Februari 2011

YOUTUBE VIDEO

____________________________________________________________________
AJID -- GRIYA LOUHAN
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP         : 0813 1686 5347
PIN BB : 21867649
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com

Louhan O-1 [SOLD]

  • CHENCU
  • SIZE 10CM
  • SEX MALE
  • STATUS SOLD
    16 & 29 January 2011
     03 & 09 February 2011
    15 February 2011

    19 February 2011

    YOU-TUBE VIDEO


      ____________________________________________________________________
      AJID -- GRIYA LOUHAN
      Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
      Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
      HP         : 0813 1686 5347
      PIN BB : 21867649
      email/ym: griya_louhan@yahoo.com
      http://griya-louhan.blogspot.com

      Facebook Badge

      Search This Blog

      Loading...